PENASULTRAID, MAKASSAR – Komitmen mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus melestarikan warisan budaya lokal kembali diwujudkan melalui partisipasi PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) dalam Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Nasional ke-54 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-46 di Makassar, Sulawesi Selatan.
Selama pameran yang berlangsung pada 9–11 Juli 2026 di Trans Studio Mall Makassar, perusahaan menghadirkan produk kriya unggulan hasil karya UMKM binaan, yakni anyaman Teduhu dari Desa Nuha dan Sampa Konao dari Desa Matano, sebagai upaya memperluas akses pasar sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Luwu Timur kepada masyarakat.
Kehadiran produk-produk tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dijalankan secara berkelanjutan.
Melalui program ini, perusahaan tidak hanya mendukung peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat di wilayah operasional, tetapi juga memastikan potensi budaya lokal memiliki ruang untuk berkembang dan memberikan nilai tambah bagi para pelaku usaha.
Head of External Relations Regional and Growth PT Vale Indonesia, Endra Kusuma mengatakan bahwa keikutsertaan dalam HKG PKK Nasional dan HUT Dekranas merupakan wujud komitmen perusahaan dalam memperkuat daya saing UMKM binaan melalui promosi pada ajang berskala nasional.
“Tujuan kami mendukung kegiatan ini adalah agar masyarakat binaan semakin mandiri secara ekonomi, usahanya berkelanjutan, dan produk-produk lokal mereka semakin dikenal, bukan hanya di tingkat daerah tetapi juga nasional,” ujar Endra di sela-sela pameran.
Pendampingan kepada UMKM dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyediaan sarana pendukung usaha hingga penguatan kapasitas pelaku usaha.
Berbagai pelatihan rutin diselenggarakan mencakup manajemen usaha, pemasaran, proses produksi, pengembangan kualitas produk, hingga strategi branding dengan menghadirkan narasumber berpengalaman dari tingkat nasional.
Selain peningkatan kapasitas, perusahaan juga terus memperluas akses promosi bagi UMKM binaan melalui partisipasi pada berbagai pameran, termasuk bersama Kementerian ESDM, serta menghadirkan UMKM Gallery sebagai etalase permanen produk-produk binaan di sejumlah lokasi.
Menurut Endra, anyaman Teduhu dipilih sebagai salah satu produk yang ditampilkan karena memiliki nilai budaya yang kuat sekaligus menghadapi tantangan regenerasi pengrajin.


Discussion about this post