PENASULTRAID, KOLAKA – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung kedaulatan pangan nasional.
Melalui program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSLRB), PT Vale menyelenggarakan pelatihan pengolahan ekosistem pertanian organik yang melibatkan 30 prajurit dari kesatuan Yonif 869 Taawu. Pelatihan intensif ini direncanakan berlangsung selama lima hari.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara perusahaan, masyarakat, pemerintah daerah, dan unsur TNI di wilayah Kabupaten Kolaka.
Melalui pembekalan ini, para prajurit TNI diharapkan dapat menjadi motor penggerak sektor pertanian ramah lingkungan, baik di lingkungan kesatuan maupun saat bertugas di tempat lain di masa depan.
Mengubah Pola Pikir, Memulai Pertanian dari Nol
Meskipun para prajurit Yonif 869 Taawu memulai pengetahuan mereka dari nol di bidang pertanian, antusiasme dan respons positif ditunjukkan secara luar biasa sepanjang kegiatan berlangsung.
Konsultan Pertanian Organik dari Aliksa Organik SRI Consultant, Koko Komamin menjelaskan bahwa pada hari pertama pelatihan, para peserta diajak untuk mengidentifikasi berbagai benang kusut dalam dunia pertanian modern.
Masalah utama yang disorot meliputi tingginya ketergantungan pada pupuk kimia dan pestisida buatan yang justru memicu penurunan produktivitas serta peningkatan intensitas serangan hama tanaman.
“Kami mencoba membongkar kebekuan pikiran para prajurit agar beralih ke konsep ekologi tanah. Mereka diajak memahami secara mendalam sifat fisik, biologi, dan kimia tanah. Dengan mengoptimalkan bahan organik di dalam tanah, nutrisi tanaman sebenarnya sudah tersedia secara mandiri tanpa harus terus-menerus mendatangkan input dari luar,” ujar Koko Komamin dalam keterangannya, Kamis 16 Juli 2026.


Discussion about this post