“Dari 113 penerima, sebanyak 100 orang menerima paket sembako. Fokus kami adalah pegawai non-ASN dengan penghasilan di bawah Rp3 juta, seperti petugas kebersihan dan tenaga pengamanan di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah,” tutur Punardin.
Selain bantuan konsumtif, BAZNAS juga menyasar sektor produktif untuk mendorong kemandirian ekonomi, yakni satu orang untuk pengembangan usaha perbengkelan (wilayah Kota Kendari). Kemudian 12 orang untuk pengembangan usaha kecil (wilayah Kota Kendari, Kabupaten Konawe, dan Konawe Selatan).
Sepanjang 2025, BAZNAS Sultra tercatat telah mendistribusikan total dana umat sebesar kurang lebih Rp860 juta. Punardin menekankan bahwa pihaknya sangat disiplin dalam penyaluran agar tidak terjadi penumpukan saldo.
“Aturan di BAZNAS sangat ketat; dana yang terkumpul maksimal harus sudah disalurkan dalam waktu tiga bulan. Kami berkomitmen menjaga kedisiplinan tersebut,” Punardin memungkas.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post