PENASULTRAID, SINJAI — Pemerintah Kabupaten Sinjai menggelar pertemuan tingkat tinggi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang dipimpin Bupati Sinjai, Ratnawati Arif.
Kegiatan ini menghadirkan pemateri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan, Wahyu Purnama. Juga Syamsuddin Kepala BPS Sinjai dan pihak Bulog Cabang Bulukumba.
Dalam forum tersebut, Wahyu Purnama menekankan pentingnya penguatan pasokan pangan lokal sebagai strategi utama pengendalian inflasi.
Bank Indonesia merekomendasikan kelanjutan Program Mandiri Benih, penyediaan bibit unggul, serta optimalisasi lahan kosong melalui urban farming untuk komoditas bawang merah, cabai dan tomat di pekarangan, sekolah dan pesantren.
BI turut mendorong gerakan pangan murah lebih intens, yang fokus pada komoditas penyumbang inflasi, seperti beras, cabai, bawang merah, minyak goreng, daging dan telur ayam ras.
Dengan prinsip tepat lokasi, sasaran dan waktu. Selain itu, pemanfaatan dana belanja tidak terduga untuk bantuan ongkos angkut, dinilai penting guna stabilisasi harga jangka pendek.
Untuk mengantisipasi tekanan inflasi akibat peningkatan permintaan pangan, termasuk dari program makan bergizi gratis, BI mendorong penguatan pasokan lokal dan optimalisasi peran koperasi sebagai penjamin serapan hasil produksi lokal.


Discussion about this post