Sementara itu, Kepala KPw BI Sultra, Edwin Permadi menekankan pentingnya rakor ini mengingat adanya beberapa faktor pendorong inflasi di awal tahun 2025-2026.
Selain berakhirnya kebijakan diskon tarif listrik, pasokan komoditas pangan seperti padi dan ikan kerap mengalami fluktuasi menjelang hari besar keagamaan.
“Kita juga harus waspada terhadap ancaman cuaca seperti El Nino atau disebut Godzilla. Tiga bulan terakhir, inflasi dipengaruhi oleh harga padi dan ikan. Padahal daerah kita kaya akan hasil laut dan pertanian. Inilah yang harus kita benahi bersama melalui sinergi lintas sektor,” ujar Edwin.
Rakor Pangan 2026 ini merupakan perwujudan sinergi pentahelix yang melibatkan Bank Indonesia, Dinas Ketahanan Pangan, Perum Bulog, TP-PKK, BPMP Sultra, Dinas Pendidikan, serta media massa.
Adapun substansi utama kegiatan ini meliputi peningkatan kompetensi manajemen stok oleh Bulog, edukasi sistem pembayaran digital oleh BI, hingga penandatanganan KAD untuk menjaga stabilitas pasokan pangan secara berkelanjutan di Kota Lulo.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post