Selain itu, pelencengan darurat yang ada belum bisa digunakan secara maksimal karena arus air yang deras menyulitkan manuver kapal. ASDP juga menyoroti kendala pemenuhan bahan bakar yang selama ini harus diambil dari Depot Tampo, sehingga menambah beban operasional.
Pihak ASDP berkomitmen mengupayakan rute ini kembali beroperasi setelah proses docking selesai, diusahakan sebelum puncak arus mudik. Terkait penambahan trip, ASDP akan mempertimbangkannya dengan melihat signifikansi jumlah penumpang.
Menanggapi catatan ASDP, La Ode Darwin menegaskan komitmen Pemkab Mubar untuk segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) guna memperbaiki jembatan pelabuhan.
Pemda juga menyiapkan solusi distribusi BBM melalui mobil tangki serta rencana pembangunan sumur bor untuk ketersediaan air bersih di pelabuhan.
“Kedepannya, Pemda Muna Barat juga akan berkoordinasi terkait pengadaan menara suar agar Pelabuhan Tondasi dapat melayani aktivitas penyeberangan hingga malam hari,” La Ode Darwin memungkas.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post