Selain melalui jalur formal, Parinringi juga menyoroti aspek religiusitas yang sejalan dengan Gerakan Moral program ASR-Hugua, seperti bersepeda dan salat subuh berjamaah.
Menurutnya, pendekatan spiritual juga dilakukan dengan mengajak anak-anak terlantar untuk melaksanakan salat jumat berjamaah lalu diarahkan ke Rumah Singgah melalui kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari.
Di samping fokus pada Rumah Singgah, Dinsos Sultra tetap konsisten menjalankan beberapa kegiatan bidang utama, meliputi perlindungan kesejahteraan sosial melalui fasilitas bantuan ekonomi, pengelolaan konsolidasi tenaga kerja sosial, serta perlindungan jaminan sosial dan penanganan bencana.
“Termasuk penanganan kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak miskin melalui penyediaan permakanan yang disubsidi baik oleh Kemensos maupun anggaran daerah,” Parinringi memungkas.
Melalui integrasi bantuan ekonomi, pelatihan keterampilan di Rumah Singgah, dan penguatan nilai religius diharapkan angka kemiskinan di Sultra dapat ditekan secara signifikan.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post