PENASULTRA.ID, MUNA – Empat menara Base Transceiver Station (BTS) senilai Rp2,4 miliar yang dibangun pada 2022 di Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kini menjadi ‘monumen’ sia-sia.
BTS yang dibiayai dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ini tersebar di empat desa. Namun, sejak rampung, tak pernah berfungsi maksimal hingga kini.
Menara telekomunikasi yang seharusnya menjadi penyelamat sinyal internet di daerah terpencil, tapi malah hanya jadi ‘pajangan’.
Bukan tak berupaya dan tinggal diam, Pemerintah Daerah (Pemda) Muna melalui Dinas Kominfo Statistik dan Informatika, pada 2023 lalu dikabarkan telah membangun komunikasi dengan pihak provider seluler Telkomsel dan XL agar BTS tersebut bisa aktif. Akan tetapi tidak ada respons jelas dari keduanya.
Tak patah semangat, Pemda Muna berencana mengalihfungsikan empat BTS yang berlokasi di Desa Bangunsari Kecamatan Lasalepa, Desa Lakarama Kecamatan Towea, Desa Moolo Kecamatan Batukara dan Desa Leumetingki Kecamatan Pasir Putih untuk menjadi hotspot area publik, agar masyarakat mendapatkan akses internet dan sarana komunikasi.
“Rencananya seperti itu tapi belum ada persetujuan dari DPRD Muna,” ungkap Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Informatika Muhammad Haidar yang dihubungi via WhatsAppnya, Jumat 13 Februari 2026.
Menurut Haidar, empat BTS yang telah rampung dibangun ini belum dialiri listrik. Olehnya itu, Pemda Muna kembali mengalokasikan dana sebesar Rp200 juta di tahun anggaran 2023 untuk pembelian mesin genset.
Sayangnya, pengadaan mesin genset tak lantas menjadikan empat BTS berfungsi seperti yang diharapkan.


Discussion about this post