“Bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga risiko kesehatan jangka panjang. Penyediaan air bersih dan edukasi sanitasi adalah langkah krusial untuk mencegah penyakit lanjutan,” katanya.
Hal senada disampaikan Dr. dr. Amiruddin Eso, M.Kes, yang menilai keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini sebagai proses pembelajaran sosial yang penting.
“Mahasiswa belajar langsung memahami realitas kesehatan masyarakat. Ini bukan sekadar praktik medis, tetapi pembentukan empati dan tanggung jawab profesi,” ujarnya.
Perawat pendamping, Sri Susanty, S.Kep., Ns., M.Kes., M.Kep., PhD, menambahkan bahwa respons warga sangat positif terhadap kehadiran tim relawan.
“Masyarakat merasa diperhatikan. Bahkan edukasi sederhana tentang kebersihan dan pola hidup sehat sangat mereka butuhkan pascabanjir,” ungkapnya.
Dengan dukungan mitra nasional dan pemerintah daerah, FK UHO menargetkan dampak kegiatan ini tidak berhenti pada pelayanan jangka pendek.
Tim merencanakan evaluasi pascakegiatan serta rujukan lanjutan bagi pasien yang membutuhkan perawatan lebih serius, sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak untuk memastikan keberlanjutan manfaat kesehatan bagi komunitas Aceh Tamiang.
Penulis: Pyan
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post