PENASULTRAID, KOLAKA – Momentum Hari Jadi Kabupaten Kolaka ke-66 menjadi refleksi penting perjalanan pembangunan daerah yang semakin maju dan berdaya saing.
Pada kesempatan istimewa ini, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, menandai dua capaian strategis: revitalisasi Pasar Sentral Mekongga dan peresmian Nursery terintegrasi dengan Kebun Raya Kolaka.
Dua milestone ini bukan sekadar peresmian infrastruktur, melainkan simbol kolaborasi nyata antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam memperkuat fondasi ekonomi rakyat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Mendorong Transformasi Ekonomi Rakyat
Pasar Sentral Mekongga merupakan jantung perdagangan Kabupaten Kolaka yang memasok sedikitnya enam pasar tradisional di wilayah tersebut. Sebagai pusat distribusi dan pembentuk harga komoditas harian, pasar ini menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat Kolaka.
Revitalisasi pasar seluas 7,55 hektare dengan 38 blok fungsional ini dirancang menjadi lebih modern, higienis, tertata, dan ramah lingkungan. Investasi yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp200 miliar ini ditargetkan rampung dalam tiga tahun.
Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bagian dari visi jangka panjang untuk menghadirkan dampak ekonomi yang nyata dan berkelanjutan.
“Bukan hanya menghadirkan secara fisik sebuah pasar tetapi kehidupan ekonomi yang betul-betul berdaya, oleh karena itu desainnya bukan hanya pasar tetapi juga fasilitas pengolahan sampah, ini cita-cita kami bersama Pak Bupati Kolaka,” ungkap Bernardus dalam sambutannya saat acara peresmian Revitalisasi Pasar Sentral Mekongga.
Menurut Bernardus, revitalisasi ini merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk menghadirkan ruang publik yang lebih bersih dan sehat, tanpa meninggalkan karakter tradisional yang menjadi identitas masyarakat setempat.
Bupati Kolaka, H. Amri menyampaikan bahwa revitalisasi ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Kolaka dalam meningkatkan kualitas sarana perdagangan yang lebih representatif, aman, dan nyaman.
“Revitalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan fasilitas dan infrastruktur pasar, menata kembali kios dan los agar lebih tertib, menjamin kenyamanan dan keamanan pedagang serta pembeli, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih maju dan berdaya saing,” ujarnya.
Transformasi ini berlangsung di tengah pertumbuhan investasi Kolaka yang signifikan. Pada 2025, realisasi investasi Kabupaten Kolaka tercatat mencapai sekitar Rp19,36 triliun, melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah, dengan sektor industri logam dasar dan pertambangan sebagai kontributor utama.
Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa sendiri merupakan bagian dari investasi strategis nasional dengan nilai sekitar Rp67,5 triliun (±US$4,29 miliar) untuk pengembangan pertambangan dan pengolahan nikel secara terintegrasi.
Proyek ini mendukung agenda hilirisasi nasional sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Tenggara sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Sejak memasuki fase konstruksi, proyek ini telah menciptakan lebih dari 2.500 lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal melalui rantai pasok dan UMKM, serta meningkatkan kontribusi terhadap penerimaan daerah.


Discussion about this post