Bahkan Samran, mengutarakan kekesalannya atas sikap para penambang yang seolah acuh dan taunya hanya mengeruk kekayaan alam ada di desa tanpa memikirkan dampak terjadi dikemudian hari.
“Kami sebagai pemerintah desa kerap menyampaikan kepada para penambang, agar setiap bekas galian di timbun kembali sehingga tidak mengancam masyarakat,” ungkapnya.
Saat dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Lantari Jaya, Fitra terkesan enggan berkomentar. Dirinya berdalih belum mengetahui secara detail insiden tersebut.
“Belum ketahui persis kronologisnya, Mungkin Kanit Intel yang lebih tahu,” singkatnya.
Sejak berita ini ditayangkan, nama serta umur korban belum diperoleh, karena setiap sumber belum ada yang mau memberikan komentar. Bahkan hingga saat ini, awak media masih terus melakukan konfirmasi ke pihak keluarga korban maupun ke pihak Kepolisian.
Penulis: Zulkarnain
Editor: Basisa
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post