Lirik-lirik di album ini terasa tidak hanya dinyanyikan, tapi diteriakkan dari lubuk hati terdalam. Pekikan patah hati yang saya percaya akan terdengar sampai ujung negara.
Salah satu lagu yang memiliki cerita paling emosional dalam album ini adalah “Lelah”. Lagu tersebut sesungguhnya telah diciptakan sekitar 16 tahun yang lalu, jauh sebelum akhirnya menemukan rumah yang tepat melalui suara Melisa.
Waktu yang panjang justru memberikan makna baru seolah lagu ini memang menunggu saat yang tepat untuk diperdengarkan kepada publik. Kini, “Lelah” hadir dengan relevansi yang terasa begitu dekat dengan kehidupan banyak orang yang sedang berjuang, bertahan, dan perlahan bangkit kembali.
Astari Records, dan Anggie Setia Ariningsih mengungkapkan bahwa Beda sejak awal memang tidak dirancang untuk mengikuti formula pasar, melainkan menjadi karya yang timeless dan mampu bertahan karena kejujuran di balik setiap proses kreatifnya.
“Kami percaya bahwa musik yang paling lama hidup adalah musik yang lahir dari kejujuran. Beda bukan album yang berusaha membuat Melisa menjadi seseorang yang lain. Justru sebaliknya, album ini mengajak orang untuk mengenal siapa Melisa sebenarnya and breaking the ceiling. Kami berharap suara uniknya dapat menemukan tempat di hati masyarakat Indonesia, dan menjadi awal dari perjalanan panjang yang penuh makna,” ujarnya.
Setelah mengeluarkan 5 single lagu sebelumnya, Beda lebih dari sekadar album debut, Beda menjadi langkah awal perjalanan Melisa Darusman sebagai seorang penyanyi dan storyteller yang ingin menghadirkan karya-karya yang autentik, relevan, dan mampu menyentuh banyak hati. Karena mungkin, di antara sembilan lagu ini, ada satu lagu yang terasa seperti sedang menceritakan hidup Anda.
Dan mungkin, tanpa disadari, itulah lagu yang selama ini Anda butuhkan. Album “Beda” kini telah tersedia di seluruh platform musik digital dan dapat dinikmati oleh pendengar di Indonesia maupun mancanegara.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post