Posisi kedua ditempati oleh Kabupaten Kolaka dengan persentase 14 persen (6.246 investor), disusul Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) yang memberikan kontribusi sebesar 9 persen atau sebanyak 4.190 investor.
“Sisa persentase lainnya tersebar di berbagai kabupaten seperti Baubau, Muna, Wakatobi, hingga Konawe Utara,” ujar Ricky.
Menurutnya, kenaikan jumlah partisipan ini berbanding lurus dengan nilai aktivitas ekonomi yang dihasilkan. Sepanjang 2025, total nilai transaksi saham di Sultra menembus angka fantastis, yakni Rp4.379.174.183.270. Jika dirata-ratakan, aktivitas transaksi saham masyarakat Sultra mencapai Rp364.931.181.939 setiap bulannya.
“Intensitas perdagangan pun tergolong sangat aktif dengan total frekuensi transaksi yang dilakukan oleh para investor dan pedagang (trader) lokal sebanyak 1.330.203 kali dalam setahun,” beber Ricky.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post