Ditempat yang sama, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, A. Fatoni menegaskan, pemberian santunan kepada pekerja menjadi bukti nyata kehadiran negara. Ia meminta komitmen pemerintah daerah dalam melindungi pekerja rentan terus diperkuat melalui dukungan anggaran yang memadai.
“Seluruh masyarakat harus mendapatkan perlindungan. Ini bentuk komitmen pemerintah agar masyarakat memperoleh kepastian jaminan sosial dan mampu menekan angka kemiskinan. Meskipun kehilangan tulang punggung keluarga, jaminan sosialnya tetap terjamin,” beber Fatoni.
Sementara itu, Kepala BPJamsostek Sultra, Luky Julianto mengatakan, monev ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan akselerasi cakupan perlindungan, khususnya di Bumi Anoa.
“Kami di tingkat cabang Sulawesi Tenggara siap bergerak menindaklanjuti hasil monev ini. Universal Coverage Jamsostek bukan sekadar target angka, melainkan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman dan kesejahteraan bagi masyarakat pekerja,” Luky memungkas.
Acara tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan pencapaian Universal Coverage Jamsostek Zona Sulawesi Tahun 2025. Provinsi Gorontalo meraih predikat Terbaik 1, diikuti Provinsi Sulawesi Utara sebagai Terbaik 2, dan Provinsi Sulawesi Tengah sebagai Terbaik 3.
Selain itu, Kota Makassar meraih penghargaan dengan kategori Pertumbuhan Kepesertaan Tertinggi dan Pelopor Program Perlindungan Pekerja Rentan Berbasis JHT. Penghargaan khusus juga diberikan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara yang telah sukses menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Perlindungan Jamsostek.
Melalui kegiatan ini, seluruh pemerintah daerah di Sulawesi diharapkan dapat memperkuat implementasi program demi tercapainya Universal Coverage Jamsostek secara optimal.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post