PENASULTRA.ID, KENDARI – Kinerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada awal 20206 menunjukkan tren positif.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga akhir Maret 2026 menunjukkan realisasi yang telah mencapai Rp326,47 miliar atau 23,49 persen dari target tahunan sebesar Rp1,389 triliun.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapenda Sultra, La Ode Mahbub mengatakan, capaian ini dinilai menjadi sinyal awal yang kuat bagi pemerintah daerah (pemda) dalam mengejar target pendapatan sepanjang 2026 ini. Namun, masih ada sejumlah komponen pendapatan yang belum terinput dalam sistem, termasuk pajak rokok senilai sekitar Rp48 miliar.
“Realisasi saat ini sudah mencapai Rp326,4 miliar lebih, namun belum termasuk pajak rokok yang belum masuk dalam rekap. Jadi angkanya masih bisa bertambah,” kata La Ode Mahbub.
Dari sisi sumber pendapatan, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi Rp203,434 miliar. Sementara itu, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) mencatatkan Rp52,153 miliar, dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar Rp45,711 miliar.
Adapun dari segi persentase capaian, Pajak Air Permukaan (PAP) mencatat kinerja tertinggi. Dari target Rp9,5 miliar, realisasinya telah mencapai Rp5,6 miliar atau 59,03 persen.
Meski dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada konsumsi bahan bakar, Bapenda tetap optimistis tren positif ini akan berlanjut pada triwulan berikutnya.


Discussion about this post