PENASULTRA.ID, KENDARI – Minat masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk terjun ke pasar modal menunjukkan tren peningkatan yang luar biasa sepanjang 2025.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan pertumbuhan signifikan, baik dari sisi jumlah investor maupun volume transaksi.
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha mengatakan, jumlah investor yang berdasarkan Single Investor Identification (SID) mencapai 123.794 orang per Desember 2025. Angka ini menunjukkan kenaikan konsisten sebesar 44,96 persen secara tahunan (year-on-year).
“Kenaikan paling drastis terlihat pada aktivitas perdagangan saham. Nilai transaksi saham di Sultra melonjak tajam 155,89 persen menjadi Rp608,11 miliar, dibandingkan tahun sebelumnya atau 2024 yang berada di angka Rp237,68 miliar,” kata Bismi.
Tak hanya nilai transaksi, frekuensi transaksi saham juga meningkat hingga 258,02 persen, dengan total mencapai 183.831 transaksi per Desember 2025.
“Atau meningkat dari periode sebelumnya atau Desember 2024 mencapai 51.345 transaksi saham,” beber Bismi.
Menurutnya, meski instrumen saham tumbuh pesat, Reksa Dana tetap menjadi pilihan utama masyarakat Bumi Anoa dalam menempatkan dananya.
Berdasarkan data persentase SID per instrumen investasi, Reksa Dana memegang pangsa pasar dominan sebesar 70,13 persen atau sebanyak 115.653 investor, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 49,37 persen.


Discussion about this post