Untuk mendukung keseluruhan ekosistem ini, perusahaan mengalokasikan anggaran pengelolaan sampah lebih dari Rp700 juta per tahun.
Kehadiran PT Vale di forum ini merupakan cerminan dari apa yang telah dibangun perusahaan selama bertahun-tahun di Sorowako: sebuah ekosistem pengelolaan sampah terpadu yang menghubungkan tiga kelompok, yaitu karyawan, komunitas, dan pemerintah daerah.
“Apa yang kami bawa ke Jakarta bukan sekadar konsep — ini adalah apa yang nyata terjadi di Sorowako. Dari rumah karyawan, ke fasilitas pengomposan, hingga warung yang memasak menggunakan gas dari sampah. Kami percaya bahwa perusahaan tambang bisa dan harus menjadi bagian dari solusi lingkungan, dan ini adalah bukti kami,” ujar Bernardus Irmanto, Presiden Direktur PT Vale Indonesia dalam keterangannya, Kamis 11 Juni 2026.
Partisipasi PT Vale dalam pameran ini selaras dengan agenda Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) dan visi Indonesia Emas 2045 dalam koridor Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Sebagai perusahaan tambang nikel terkemuka di Indonesia, PT Vale berkomitmen untuk terus menjadikan operasionalnya sebagai rujukan praktik keberlanjutan, dengan target nol sampah ke tempat pemrosesan akhir (TPA) pada 2050.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post