Kinerja tata kelola juga terus menunjukkan penguatan. Peringkat risiko ESG Perseroan dari sustainalytics membaik menjadi 23,7, mencerminkan penurunan eksposur risiko sebesar 19,4% dan menempatkan PT Vale di antara perusahaan pertambangan dengan kinerja ESG yang kompetitif secara global.
Pencapaian ini semakin diperkuat dengan skor ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) sebesar 99,53, yang mencerminkan praktik transparansi dan akuntabilitas terbaik di tingkat regional.
Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto menyampaikan bahwa 2025 merupakan tahun yang menentukan bagi mereka, tidak hanya dalam menghadapi tantangan, tetapi juga dalam memperkuat peran keberlanjutan sebagai penggerak bisnis.
“Di PT Vale, ESG tertanam dalam setiap keputusan yang kami ambil, membentuk cara kami beroperasi, menciptakan nilai, dan berkontribusi bagi masa depan Indonesia. Kami meyakini bahwa keberhasilan jangka panjang hanya dapat dicapai ketika pertumbuhan dan keberlanjutan berjalan beriringan,” kata Bernardus dalam keterangannya, Kamis 30 April 2026.
Ke depan, PT Vale akan terus memperdalam integrasi ESG dalam berbagai proyek pertumbuhan strategis di Sorowako, Pomalaa, dan Morowali. Inisiatif ini diharapkan semakin memperkuat kontribusi Perseroan terhadap agenda hilirisasi Indonesia sekaligus mendukung transisi energi global.
Dengan fondasi yang semakin kokoh, PT Vale tetap berkomitmen untuk menghadirkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab serta menciptakan nilai berkelanjutan jangka panjang bagi Indonesia dan dunia.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post