Pengrajin Teduhu asal Desa Nuha, Yulianti mengakui dukungan PT Vale telah membawa manfaat bagi pengrajin di desanya. Tradisi menganyam yang sudah ada sejak tahun 1970-an kini terus berkembang secara estetika dan variasi produk sejak para pengrajin mulai memanfaatkan serat teduhu pada 2006.
“Bersama PT Vale, kami bisa melakukan inovasi produk mulai dari kotak tisu hingga tas modern, sekaligus mengajak anak-anak muda di desa untuk ikut menjaga tradisi ini agar tidak punah. Kesempatan mengenalkan teduhu di ajang Dekranas ini sangat berharga untuk memperluas pasar dan membuka peluang kerja sama baru,” tutur Yulianti optimis.
Dekranas Apresiasi Upaya PT Vale Membina Pengrajin Muda
Kehadiran produk lokal ini sukses memikat Ketua Harian Dekranas, Tri Tito Karnavian, bersama Wakil Ketua II Dekranas, Sri Suparni Bahlil Lahadalia.
Keduanya secara khusus mengunjungi booth PT Vale untuk berbincang dengan para pengrajin serta mengapresiasi keunikan tas anyaman dari tanaman teduhu (pakis hutan) asal Desa Nuha dan kain motif taipa khas Danau Matano, Luwu Timur.
“Kami tentu sangat bangga melihat semangat dan antusiasme para pengrajin, khususnya pengrajin muda yang terus bermunculan. Berkat pembinaan selama ini oleh perusahaan mitra ESDM seperti PT Vale, banyak pengrajin muda yang penuh semangat dan sudah mengikuti berbagai coaching,” ujar Sri Suparni Bahlil saat memberikan apresiasi di booth PT Vale.
Melalui sinergi erat bersama Kementerian ESDM, Kemenparekraf, dan Dekranas, PT Vale menegaskan kembali komitmennya bahwa penguatan potensi lokal dan pelestarian budaya merupakan investasi sosial yang tidak terpisahkan dari operasional bisnis pertambangan yang berkelanjutan.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post