“Kami mengimbau agar kapal di pelabuhan rakyat tersebut tetap memperhatikan standar keselamatan dan tidak melebihi kapasitas (over capacity),” beber AKBP Febry.
Selain pelabuhan, pos pengamanan juga didirikan di Mowila dan beberapa titik yang dianggap rawan gangguan. Masyarakat diimbau untuk tidak ragu menggunakan layanan call center 110 jika mengalami kendala atau gangguan keamanan di perjalanan.
Hingga saat ini, arus lalu lintas terpantau masih lancar dan belum menunjukkan kepadatan yang signifikan. Namun, Polres Konsel memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 18 Maret 2026.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak ASDP telah menyiapkan empat armada kapal, dengan rincian tiga armada melayani rute Torobulu-Tampo dan satu armada melayani rute Torobulu-Tondasi.
“Jadwal keberangkatan akan dibuat fleksibel. Jika hari biasa hanya 4 trip, kali ini disiapkan 8 hingga 9 trip per hari untuk melayani masyarakat,” AKBP Febry.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post