“Jangan pernah bertanya apa yang kau dapatkan dari negara, tapi apa yang kau berikan untuk negara. Selaku pemimpin saya memegang prinsip ‘ikan busuk mulai dari kepalanya’, saya harus dalam keadaan bagus agar seluruh ‘badan’ Sulawesi Tenggara juga ikut bagus,” tegasnya.
Andi Sumangerukka menjelaskan, nilai-nilai tersebut bukan sekadar prinsip, melainkan terbentuk dari pengalaman hidupnya sejak kecil di Sulawesi Tenggara, khususnya saat tinggal di Pulau Wawonii. Di tempat itulah, ia menyaksikan secara langsung ketulusan masyarakat yang membantu keluarganya tanpa pamrih.
Kenangan tersebut kemudian membentuk komitmennya untuk membalas kebaikan masyarakat melalui kerja nyata dan kebijakan yang berpihak pada rakyat. Prinsip pengabdian tersebut juga tercermin dalam gaya kepemimpinannya saat ini, termasuk komitmen menjaga integritas dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Melalui forum yang mengangkat tema “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh” dan dirangkaikan dengan Halal Bi Halal Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), PSBM XXVI menjadi ruang strategis dalam membuka peluang kerja sama yang berdampak langsung bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara.
Penulis: Wana
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post