PENASULTRA.ID, KONAWE SELATAN – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Batch II Universitas Halu Oleo (UHO) kembali dilaksanakan mulai 12 Agustus hingga 11 September 2024.
Tim KKN Reguler UHO yang berada di Desa Pamandati Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) telah mengadakan berbagai program kerja, salah satunya mendorong digitalisasi bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Koordinator KKN Desa Pamandati, La Ode Mahzum mengatakan, Desa Pamandati memiliki banyak potensi di sektor sumber daya alam dan laut. Mayoritas masyarakat di desa ini bekerja sebagai nelayan, petani, dan wirausahawan.
“Namun berbagai tantangan masih menghambat optimalisasi potensi tersebut,” kata Mahzum, Selasa 24 September 2024.
Menurutnya, dari hasil observasi, menunjukkan sejumlah permasalahan yang perlu segera diatasi terutama terkait tantangan digitalisasi di sektor UMKM.
“Beberapa kendala yang ditemukan antara lain belum diterapkannya sistem pembayaran digital, belum terdaftarnya usaha di platform online, seperti Google Maps. Kurangnya pembatas desa yang jelas serta belum adanya video profil yang dapat digunakan sebagai sarana promosi potensi desa,” beber Mahzum.
Olehnya, tim KKN UHO di Desa Pamandati telah melakukan pemasangan plang pembatas desa, pendampingan digitalisasi UMKM, dan pembuatan video profil desa.
Selain mendukung UMKM, pihaknya juga berupaya meningkatkan kreativitas siswa-siswi desa melalui pelatihan desain grafis serta memberikan edukasi terkait pencegahan bullying kepada anak-anak sekolah dasar.
“Edukasi untuk siswa termasuk pelatihan desain grafis dan sosialisasi anti-bullying.
Selain program kerja utama, mahasiswa juga melaksanakan kegiatan pendukung untuk mempererat hubungan dengan masyarakat desa, seperti kegiatan belajar mengajar bersama anak-anak, senam sore rutin bersama ibu-ibu, pembersihan lapangan desa, serta kegiatan Jumat berkah,” Mahzum menambahkan.
Ia mengatakan, upaya yang dilakukan ini mulai menunjukkan hasil positif. Beberapa UMKM di Desa Pamandati kini telah mengadopsi teknologi digital dengan penerapan QRIS sebagai sistem pembayaran yang didaftarkan oleh mahasiswa KKN.
Selain itu, lokasi usaha masyarakat telah terdaftar di Google Maps yang memudahkan akses dan promosi usaha mereka.
“Pemahaman masyarakat tentang penggunaan perangkat digital juga meningkat melalui sosialisasi yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UHO,” tutur Mahzum.
Sementara itu, anak-anak dan remaja Desa Pamandati kini telah mengenal dasar-dasar desain grafis dengan memanfaatkan aplikasi editing seperti Canva. Hal ini diharapkan dapat memicu minat dan kemampuan kreatifitas mereka di bidang digital.
“Dengan berbagai program yang telah dilaksanakan diharapkan dapat memberikan solusi yang berkelanjutan serta mendorong perkembangan desa dalam aspek digitalisasi, pendidikan, dan peningkatan potensi sumber daya alam,” Mahzum memungkas.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:

Discussion about this post