Fenomena kenaikan minat baca ini selaras dengan data indeks tingkat kegemaran membaca dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan peningkatan dari 66,77% di tahun 2023 menjadi 72,44% di tahun 2024.
“Dinamika kenaikan ini dipicu oleh perubahan persepsi terhadap buku yang kini, oleh Gen Z, dianggap sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan pencarian jati diri, bukan sekadar tugas akademik,” terang Aska.
“Kenaikan minat baca pada Gen Z bukan terjadi secara organik karena mereka meninggalkan gadget, melainkan karena algoritma media sosial (TikTok/Instagram) berhasil ‘menjual’ kegiatan membaca sebagai aktivitas yang keren, eksklusif, dan emosional,” Aska melanjutkan.
Hal ini terlihat dari peran dua sub-komunitas besar di media sosial, yaitu BookTok (di TikTok) dan Bookstagram (di Instagram). Keduanya telah mengubah wajah literasi dari aktivitas akademik menjadi tren sosial yang sangat interaktif.
“Melalui kedua platform ini, membaca buku tidak lagi dianggap membosankan, melainkan simbol status dan identitas baru bagi Gen Z di semester kedua tahun 2025,” pungkas Aska.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post