Produksi “Final Destination”
Secara musikal, “Final Destination” menawarkan kombinasi riff-riff agresif dengan aransemen strings khas post-hardcore yang megah dan part yang seru hingga sulit ditebak. Hasil produksinya terdengar jauh lebih matang, dengan proses recording, mixing, dan mastering yang digarap di JFHPRODS.
Lirik ditulis langsung oleh Ekal bersama Muhammad Taufik Maulana, sementara komposisi musik digarap oleh Trisna dan Muhammad Taufik Maulana. Visual artwork yang kuat—tetap mempertahankan identitas “sweet” dalam balutan gelap— berhasil diinterpretasikan oleh Anggar Menyan.
Sesi foto untuk rilisan ini juga digarap secara khusus oleh Dikri Assidiqi, yang dikenal dengan nama Mamangco.
Perjalanan Panjang People Sweet
Sejak terbentuk pada 2015 di Karawang, People Sweet berangkat dari keresahan personal karena merasa hanya menjadi penonton tanpa suara.
Meski memiliki akar post-hardcore, mereka sempat merilis karya awal seperti “Memori Kelam” dengan pendekatan pop punk karena belum sepenuhnya percaya diri dengan identitas asli mereka. Hingga akhirnya, titik balik datang di 2024 lewat lagu “Trauma”, disusul “Parade Ego” yang viral di 2025 dan diterima luas oleh publik.
Memasuki 2026, People Sweet kini berdiri dengan formasi yang mereka yakini sebagai bentuk paling solid Sadekala Putra Sidik ‘Ekal’ (vokal), Trisna Rajah ‘Trisna’ (gitar), Almah Subekti ‘Almah’ (bass), dan Riski Agung ‘Doyok’ (drum).
Selain menjadi penanda fase baru bagi People Sweet, “Final Destination” tercipta sebagai gaung pengingat. Tentang waktu menua yang terus berjalan, tentang hari akhir yang pasti datang, dan tentang pentingnya benar-benar hidup sebelum semuanya berakhir.
“Final Destination” sudah bisa dinikmati melalui Bandcamp dan music video lirik lewat kanal resmi YouTube mereka. Selamat menyelami perjalanan batin bersama sajian garang People Sweet tanpa menahan anggukan kepala.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post