PENASULTRA.ID, BAUBAU – Wali Kota Baubau, H. AS Tamrin akhirnya angkat bicara terkait dua hasil swab polymerase chain reaction (PCR) dirinya yang berbeda saat dilakukan di Kota Kendari dan Baubau.
Diketahui sebelumnya, AS Tamrin divonis positif Covid-19 saat menjalani serangkaian agenda penting di Kota Kendari bersama Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia dan Gubernur Sultra, H. Ali Mazi pada akhir Juni 2021 lalu. Namun, selang berapa hari kemudian ketika kembali di Kota Baubau, hasil swab antigen dan PCR AS Tamrin justru negatif.
Atas hal itu, AS Tamrin menduga, hasil swab PCR yang nyatakan dirinya positif Covid-19 di Kendari kemungkinan terjadi karena human eror.
“Kemungkinan ada kesalahan human eror, kemudian dari segi alat dan yang ketiga adalah kondisi fit dari seseorang yang setiap saat berubah-ubah,” kata AS Tamrin kepada sejumlah awak media di rumah jabatan (Rujab) Wali Kota Baubau, Minggu sore 4 Juli 2021.
Dengan adanya perbedaan hasil swab PCR tersebut, AS Tamrin lantas mempertanyakan standar operasional prosedur (SOP) swab PCR yang dijalaninya di Kendari. Sebab, bagi mantan kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sulawesi Tenggara (Sultra) itu, hasil rekam medisnya sangat membingungkan.
Menurut dia, seseorang memiliki hak untuk meminta dan mengetahui detail hasil rekam medis yang dilakukan oleh tenaga medis sehingga bisa dikatakan positif atau negatif Covid-19.
“Saya sudah minta hasil rekam medis dari petugas kesehatan ketika dinyatakan positif Covid-19 tanggal 29 Juni 2021 itu. Namun tidak diberikan karena alasan rahasia negara katanya,” beber AS Tamrin.
Sejak dirinya dinyatakan positif Covid-19 di Kendari, AS Tamrin pun tak tinggal diam. Ia lalu mencari tahu kejelasan statusnya dengan menghubungi langsung Gubernur Sultra, Sekda Sultra termasuk Bupati Buton, La Bakri yang mengabarkan pertama kali perihal dirinya terkonfirmasi positif Covid-19.
Rekam medis akhirnya diberikan pada 3 Juli 2021 sore hari.
“Harusnya sejak awal saya sudah disampaikan oleh tenaga medis, sehingga bila memang demikian hasilnya saya akan umumkan sendiri di media supaya masyarakat tahu. Ini kan tidak, nanti lima hari baru saya terima hasil rekam mediknya. Mestinya kan ada kejujuran kenapa hal ini bisa terjadi,” papar AS Tamrin yang juga merupakan Ketua Satgas Gugus Covid-19 Kota Baubau.
AS Tamrin mengaku masih mengingat jelas semua rangkaian kegiatannya saat berada di Kendari hingga ia divonis positif Covid-19 pada 29 Juni 2021 lalu.
Usai dirinya dinyatakan positif Covid-19, keesokan harinya (30 Juni 2021), AS Tamrin bersama dua ajudannya bernama Adri dan Fery (anggota kepolisian) langsung pulang ke Baubau melalui perjalanan darat guna menjalani isolasi mandiri. Dengan begitu, satu agenda utama AS Tamrin tak lagi diikutinya. Yakni, mengikuti pembukaan Munas VIII Kadin Indonesia yang dihadiri Presiden RI Joko Widodo.
Saat tiba sore hari itu, di Rujab Wali Kota Baubau ternyata masih ada kegiatan swab antigen. Salah satu dari ajudan AS Tamrin bernama Adri memberanikan diri kembali melakukan swab. Hasilnya mengejutkan. Adri dinyatakan negatif Covid-19.
Mengetahui dirinya negatif, Adri lantas melaporkan hal itu kepada AS Tamrin seraya menyarankan agar orang nomor satu di Kota Baubau itu kembali menjalani swab antigen. Hasilnya, Wali Kota Baubau dinyatakan tidak terpapar Covid-19 alias negatif.
Tak puas akan hasil tersebut, AS Tamrin makin penasaran. Ia lalu menghubungi dr Lukman untuk membuat janji tes swab PCR pada 1 Juli 2021 pagi.
Sesaat sebelum menjalani swab PCR, AS Tamrin berpesan kepada dr. Lukman –dokter ahli penyakit dalam– yang juga didampingi ahli patologi klinis Kota Baubau bernama dr. Rahmawati agar melakukan swab PCR secara jujur dan transparan. Jangan melihat jabatannya sebagai Wali Kota Baubau.
Sore harinya, ditengah kecemasan yang membelenggu, AS Tamrin akhirnya menerima data rekam medik yang disajikan secara detail oleh kedua dokter ternama di Kota Baubau itu. Hasilnya, AS Tamrin dinyatakan negatif Covid-19.
Editor: Irwan

Discussion about this post