PENASULTRAID, MAKASSAR – Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan (BPS Sulsel) melaporkan penurunan kinerja ekspor pada Januari–November 2025. Nilai ekspor yang dikirim melalui pelabuhan di Sulsel, hanya US$1.471,89 juta. Angka ini menurun 21,23 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.
Kepala BPS Sulsel Aryanto menyampaikan data terkait melalui siaran Berita Resmi Statistik di saluran YouTube instansi tersebut baru-baru ini. Aryanto merinci khusus untuk November 2025, nilai ekspor di angka US$128,77 juta, atau turun 23,74 persen terhadap November tahun sebelumnya.
Aryanto memaparkan dinamika pada sepuluh komoditas utama sepanjang Januari–November 2025. Peningkatan terbesar pada komoditas garam belerang dan kapur yang naik US$17,62 juta (44,64 persen). Penurunan terbesar pada besi dan baja hingga US$159,02 juta (39,30 persen).
Jepang masih menjadi tujuan ekspor terbesar senilai US$852,25 juta, disusul Tiongkok (US$524,49 juta) dan Taiwan (US$32,93 juta). Kontribusi tiga negara tersebut, setara 95,77 persen dari total ekspor daerah ini.
Berbeda dengan tren ekspor tahunan yang menurun, nilai impor Sulsel pada November 2025 justru meningkat. Nilai barang yang dibongkar mencapai US$91,47 juta, naik 15,94 persen dibanding November 2024 yang hanya US$78,89 juta.
Meski demikian, secara kumulatif (Januari–November 2025), total nilai impor Sulsel tetap berkurang 7,47 persen terhadap periode yang sama tahun lalu, dengan nilai keseluruhan US$896,80 juta.


Discussion about this post