PENASULTRAID, JAKARTA — Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan ratusan kabupaten mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada sejumlah komoditas strategis.
Proporsi harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Pembelian (HAP) paling besar terjadi pada beras premium dan cabai. Data tersebut dipaparkan Kepala Bapanas Andi Amran Sudirman pada rapat koordinasi nasional dalam jaringan, yang dilakukan Tim Pengendalian Inflasi Daerah, 27 Januari 2026.
Andi Amran mengatakan beras premium dan medium tercatat sama-sama mengalami kenaikan IPH di 94 kabupaten. Dari jumlah itu, harga beras premium berada di atas HET/HAP pada 85 kabupaten atau 90 persen, serta di bawah HET/HAP di 9 daerah atau 10 persen. Sementara beras medium berada di atas HET/HAP di 33 kabupaten/kota (35 persen), serta di bawah HET/HAP di 61 daerah (65 persen).
Untuk komoditas hortikultura, cabai rawit merah mengalami kenaikan IPH di 90 kabupaten, dengan 50 daerah (56 persen) mencatat harga di atas HET/HAP dan 40 daerah (44 persen) di bawah HET/HAP. Cabai merah mengalami kenaikan IPH di 40 kabupaten, dengan 23 daerah (58 persen) di atas HET/HAP dan 17 daerah (43 persen) di bawah HET/HAP.
Kenaikan IPH juga terjadi pada bawang merah di 109 kabupaten. Dari jumlah itu, 62 daerah (57 persen) mencatat harga di atas HET/HAP dan 47 daerah (43 persen) di bawah HET/HAP. Adapun bawang putih bonggol mengalami kenaikan IPH di 208 kabupaten, dengan 43 daerah (21 persen) di atas HET/HAP dan 165 daerah (79 persen) di bawah HET/HAP.
Pada komoditas protein hewani, daging ayam ras mengalami kenaikan IPH di 131 kabupaten, dengan 32 daerah (24 persen) di atas HET/HAP dan 99 daerah (76 persen) di bawah HET/HAP. Telur ayam ras naik di 135 kabupaten, dengan 40 daerah (30 persen) di atas HET/HAP dan 95 daerah (70 persen) di bawah HET/HAP.


Discussion about this post