PENASULTRA.ID, KENDARI – Tren digitalisasi pembayaran di Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatatkan pertumbuhan signifikan sepanjang 2025.
QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) kini menjadi game changer atau penggerak utama dalam sistem pembayaran ritel masyarakat yang turut menopang pertumbuhan ekonomi daerah tetap solid di angka 5,79 persen (year on year/yoy).
Kepala Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sultra, Edwin Permadi mengatakan, akseptansi QRIS dari sisi permintaan terus menunjukkan tren positif. Hingga Triwulan IV-2025, tercatat adanya penambahan 31.723 pengguna baru di Bumi Anoa.
“Total pengguna QRIS di Sulawesi Tenggara saat ini mencapai 303.254 orang. Angka ini tumbuh sebesar 12 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024 yang tercatat sebanyak 271.531 pengguna,” kata Edwin, Senin 9 Februari 2026.
Tak hanya dari sisi pengguna, pertumbuhan sektor merchant atau pedagang juga menunjukkan performa impresif. Jumlah merchant yang menyediakan layanan QRIS meningkat tajam sebesar 37,65 persen (yoy).
Jika pada akhir 2024 terdapat 173.964 merchant, kini jumlahnya melonjak menjadi 239.463 unit usaha yang tersebar di berbagai wilayah Sultra.
Lonjakan paling fantastis terlihat pada volume transaksi. Pada Triwulan IV-2025, volume transaksi menggunakan QRIS tercatat mencapai 4.364.680 transaksi.


Discussion about this post