PENASULTRAID, MAKASSAR — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (y-on-y) Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Februari 2026 sebesar 6,13 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 110,93.
Kepala BPS Sulsel Aryanto menyampaikan hal tersebut dalam rilis Berita Resmi Statistik yang disiarkan melalui kanal YouTube BPS Sulsel di Makassar, Senin 2 Maret 2026.
“Pada Februari 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 6,13 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,93,” ujar Aryanto.
Ia menjelaskan, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sidenreng Rappang 7,54 persen dengan IHK 109,37. Sementara inflasi terendah terjadi di Kota Palopo 5,14 persen dengan IHK 109,55.
Inflasi tahunan terjadi akibat kenaikan harga oleh meningkatnya sejumlah indeks kelompok pengeluaran. Makanan, minuman dan tembakau naik 6,48 persen. Perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga naik 18,57 persen.
Selanjutnya, kelompok kesehatan mengalami inflasi 1,94 persen; transportasi 0,42 persen; rekreasi, olahraga dan budaya 0,81 persen; pendidikan 1,04 persen; penyediaan makanan dan minuman/restoran 2,18 persen; serta perawatan pribadi dan jasa lainnya 18,6 persen.


Discussion about this post