Ia menjelaskan bahwa kepercayaan publik saat ini lebih banyak terbangun dari cerita jujur dan pengalaman nyata yang dibagikan melalui video singkat, daripada brosur formal yang kaku.
“Wisatawan muslim tidak mencari sesuatu yang rumit. Mereka hanya butuh kepastian makanan halal yang jelas dan tempat ibadah yang mudah dijangkau. Seringkali fasilitas ini sudah ada di Sultra, namun belum diceritakan atau distorytellingkan dengan baik kepada publik,” beber Bagiro.
Olehnya, dirinya mengajak anak muda di Bumi Anoa untuk lebih aktif mempromosikan potensi daerah dengan memanfaatkan tren gaya hidup halal. Dengan konten yang kreatif dan jujur, ia optimis pariwisata Sultra akan memiliki eksposur digital yang tinggi.
“Viral membuat orang tahu, tapi kepercayaanlah yang membuat orang datang. Yang terlihat adalah yang dipercaya, dan yang dipercaya adalah yang diceritakan,” Ilham memungkas.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post