PENASULTRAID, KENDARI — Semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan melalui kegiatan bakti sosial (baksos) kolaboratif yang melibatkan pendamping sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial RI Kecamatan Abeli bersama lembaga kepemudaan Lentera Harapan Sultra.
Baksos yang dilaksanakan di Kelurahan Talia, Kota Kendari pada Sabtu 2 Mei 2026 ini menyasar warga dari kelompok Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), yang membutuhkan perhatian dan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak.
Baksos tersebut menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat dalam memperkuat perlindungan sosial di tingkat akar rumput. Sejumlah bantuan berupa sembako, kebutuhan dasar, serta dukungan moril disalurkan langsung kepada warga yang membutuhkan, dengan pendekatan yang humanis dan partisipatif.
Pendamping sosial PKH Kecamatan Abeli, Sumarlin yang turut memimpin jalannya kegiatan, menegaskan bahwa kolaborasi seperti ini sangat penting dalam memperluas jangkauan bantuan sosial.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. Kami sebagai pendamping sosial PKH memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa keluarga penerima manfaat dan kelompok PPKS benar-benar merasakan dampak dari program kesejahteraan sosial,” ujar Sumarlin saat diwawancarai di sela kegiatan.
Menurut Sumarlin, sinergi dengan organisasi kepemudaan seperti Lentera Harapan Sultra menjadi kekuatan tersendiri dalam menjangkau masyarakat yang selama ini mungkin belum tersentuh secara optimal.
“Kolaborasi ini sangat membantu kami dalam mendata, menjangkau, dan memahami kondisi riil warga di lapangan. Anak-anak muda memiliki energi dan kepedulian tinggi, sehingga kehadiran mereka memberi warna baru dalam pelaksanaan program sosial,” katanya.
Sementara itu, Ketua Lentera Harapan Sultra, La Ode Faykun Maidhani menyampaikan bahwa keterlibatan pihaknya dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk berkontribusi dalam pembangunan sosial.
“Kami percaya bahwa perubahan sosial dimulai dari aksi nyata. Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat, mendengarkan kebutuhan mereka, dan berkontribusi semampu kami,” ungkapnya.


Discussion about this post