PENASULTRAID, KENDARI – Kepemimpinan La Ode Faykun Maidhani dalam Lentera Harapan Sultra mencerminkan sosok pemimpin muda yang visioner, peduli, dan mampu menggerakkan kebersamaan.
Di bawah arahannya, organisasi ini tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga tumbuh sebagai gerakan kemanusiaan yang aktif dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Faykun yang karib juga disapa Agung ini memang dikenal sebagai pemimpin yang mengedepankan nilai kebersamaan dan gotong royong. Ia mampu membangun komunikasi yang baik dengan seluruh anggota, sehingga tercipta suasana kekeluargaan yang solid dan penuh semangat.
“Setiap program yang dijalankan selalu berlandaskan pada kepedulian sosial serta kebutuhan masyarakat, sehingga menjadikan kegiatan Lentera Harapan Sultra lebih terarah dan bermanfaat,” tutur Faykun, Jumat 15 Mei 2026.
Dalam setiap langkahnya, Faykun memang menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, baik organisasi kepemudaan, mahasiswa, maupun masyarakat luas. Hal ini terlihat dari berbagai kegiatan yang berhasil dilaksanakan melalui kerja sama yang baik, seperti bakti sosial, pendampingan masyarakat, hingga aksi kemanusiaan lainnya.
Selain itu, kepemimpinan Faykun juga menunjukkan komitmen terhadap pengembangan anggota. Ia mendorong setiap anggota untuk aktif, berani berinisiatif, dan terus berkembang, sehingga Lentera Harapan Sultra tidak hanya berfokus pada kegiatan sosial, tetapi juga menjadi tempat pembelajaran dan penguatan karakter bagi para pemuda.
Profil
La Ode Faykun Maidhani merupakan putra pasangan dari La Ode Mutanafas yang berasal dari Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Indrawati Masuku yang berasal dari Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara (Malut).
Dengan latar belakang tersebut, ia dikenal sebagai putra daerah yang memiliki keterikatan kuat dengan dua wilayah, yaitu Buton (Sultra) dan Sula (Malut), sehingga menjadikannya bagian dari generasi muda yang membawa semangat persatuan lintas daerah.
Faykun sendiri lahir pada 13 Maret 2005 di Sanana, Sula, serta menempuh pendidikan di SD Negeri 2 Sanana, SMP Negeri 1 Sanana, dan SMA Negeri 1 Kepulauan Sula. Dengan tekad untuk memperluas pengalaman dan pengabdian, ia melanjutkan pendidikan di Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK).
“Keputusan saya merantau bukan sekadar untuk menempuh pendidikan saja, tetapi juga dilandasi niat kuat untuk mengabdi dan berkontribusi dalam kegiatan sosial, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara,” ungkap Faykun.


Discussion about this post