PENASULTRAID, KENDARI – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Asrun Lio bersiap menutup satu bab penting dalam perjalanan pengabdiannya di birokrasi pemerintahan daerah.
Setelah menjalankan amanah sebagai Sekda, ia berencana kembali ke dunia akademik untuk melanjutkan pengabdian di bidang pendidikan sekaligus mengejar cita-citanya meraih gelar Guru Besar.
Bagi Asrun Lio, jabatan Sekretaris Daerah merupakan puncak karier tertinggi bagi seorang aparatur sipil negara (ASN). Meski demikian, sebagai akademisi ia menyadari masih memiliki target yang ingin dicapai di dunia pendidikan.
“Setelah mencapai puncak karier sebagai Sekda, saya merasa telah menjalankan amanah besar bagi Sulawesi Tenggara. Namun sebagai akademisi, cita-cita saya untuk meraih Guru Besar belum tercapai. Jika saya menunda kembali ke kampus, peluang tersebut bisa terlewatkan. Karena itu saya memutuskan kembali ke kampus agar pengabdian di bidang ilmu pengetahuan dapat terus berlanjut,” ujarnya, Senin 9 Maret 2026.
Selama menjabat sebagai Sekda, Asrun Lio menjalani perjalanan pengabdian yang penuh dinamika pemerintahan. Ia berkesempatan mendampingi tiga kepemimpinan gubernur di Sulawesi Tenggara dengan situasi dan tantangan yang berbeda.
Perjalanan tersebut dimulai pada masa kepemimpinan Gubernur Ali Mazi bersama Wakil Gubernur Lukman Abunawas. Pada periode ini, pemerintah daerah menghadapi tantangan besar akibat pandemi COVID-19 yang berdampak pada hampir seluruh sektor kehidupan.
Dalam situasi krisis tersebut, pemerintah daerah dituntut bergerak cepat dalam menjaga kesehatan masyarakat sekaligus memastikan stabilitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik tetap berjalan.
Koordinasi birokrasi menjadi kunci agar berbagai kebijakan penanganan pandemi dapat dilaksanakan secara efektif hingga ke tingkat kabupaten dan kota.
Pada masa tersebut, duka juga menyelimuti pimpinan daerah. Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara masing-masing kehilangan istri tercinta. Di tengah situasi yang penuh tantangan itu, roda pemerintahan harus tetap berjalan dan pelayanan kepada masyarakat tetap diberikan secara optimal.
Sebagai Sekda, Asrun Lio berada di pusat koordinasi birokrasi pemerintahan daerah dengan memastikan komunikasi antarperangkat daerah berjalan baik sehingga berbagai kebijakan pemerintah dapat dilaksanakan secara efektif.
Memasuki masa transisi kepemimpinan daerah, Asrun Lio kembali menjalankan peran strategis ketika Sulawesi Tenggara dipimpin oleh Penjabat Gubernur Andap Budhi Revianto.
Pada fase ini, tantangan utama yang dihadapi adalah menjaga stabilitas pemerintahan serta memastikan tahapan agenda demokrasi berjalan aman dan tertib.
Di tengah dinamika politik nasional dan daerah, birokrasi provinsi dituntut tetap profesional dan menjaga netralitas aparatur sipil negara. Pemerintah provinsi juga terus mengawal pengendalian inflasi daerah serta pelaksanaan berbagai program sosial agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.


Discussion about this post