“Alhamdulillah dari sabang sampai Merauke Qur’an Isyarat sudah dikenal dan kini telah hadir pula Iqra Braille atau panduan belajar Qur’an Braille. Mudah-mudahan Qur’an inklusi ini dapat terus dikembangkan. Tidak hanya cara membacanya tetapi juga memahami makna-maknanya dari Allah SWT. Semoga kita semuanya dapat berkumpul kembali di surganya Allah dengan keberkahan Alqur’an,” tuturnya.
BPKH sendiri telah concern sejak tiga tahun terakhir untuk bisa menghadirkan pembelajaran Alqur’an bagi teman disabilitas.
Kepala Divisi Program Strategis dan Pelaksana Mandiri BPKH Fanni Sufiandi menyampaikan, jumlah penyandang disabilitas cukup besar, sementara Alqur’an adalah pedoman hidup untuk umat muslim. Keterbatasan akses ini menjadi tantangan yang nyata dalam menghadirkan pembelajaran Alqur’an.
“Karenanya program ini merupakan langkah yang sangat penting untuk ekosistem pembelajaran Alqur’an yang inklusif dan tanpa hambatan untuk saudara-saudara disabilitas. Insya Allah, Alqur’an Isyarat ini akan digunakan sepanjang masa. Semoga Allah memberkahi setiap ikhtiar dan langkah kita dalam menghadirkan kemaslahatan bagi umat,” tuturnya.
Dekan Fakultas Ushuludin UIN Sunan Gunung Djati Wahyudin Darmalaksa mengapresiasi Laznas PPPA Daarul Qur’an dan BPKH yang telah menunjuk kampusnya sebagai mitra strategis pelaksanaan ToT Alqur’an Isyarat dan Iqro Braille.
“Ini adalah kegiatan yang luar biasa dan ditunggu umat muslim. Semoga Allah hadirkan surga bagi semua yang berkontribusi dalam kegiatan ini,” harapnya.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post