PENASULTRAID, TANGERANG – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah, Laznas PPPA Daarul Qur’an menggelar “Pembinaan Nasional Imam Muda”.
Acara ini dilaksanakan secara offline di Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Tangerang dan online melalui zoom selama dua hari pada 16-17 Februari 2026 lalu. Acara yang diikuti sebanyak 51 imam dari 11 provinsi ini secara resmi dibuka oleh Pimpinan Daarul Qur’an KH. Ahmad Jamil dan Direktur Utama Laznas PPPA Daarul Qur’an Dwi Kartika Ningsih.
Kegiatan ini juga disambut baik oleh para stakeholder dan masyayikh dari berbagai negara. Khususnya pada pembinaan di hari kedua, yang dihadiri langsung oleh Pimpinan Umum Daarul Qur’an KH. Yusuf Mansur bersama tamu kehormatan dari Yordania yakni Syaikh Ahmad Al-Samadi. Keduanya melantunkan tilawah Al-Qur’an yang menggema dan menyentuh hati.
Kegiatan ini merupakan salah satu turunan program Sekolah Imam Indonesia (SII) dengan tujuan menyiapkan kader dakwah untuk menjadi imam di dalam dan luar negeri yang kompeten serta profesional.
Direktur Utama Laznas PPPA Daarul Qur’an Dwi Kartika Ningsih menjelaskan, pembinaan ini digelar untuk menguatkan program “Roadshow Imam Muda Ramadan 1447 Hijriyah”. Program ini merupakan program mengirimkan imam untuk memimpin salat di masjid, mushola, sekolah, keluarga dan lainnya sepanjang Ramadan.
“Kami berharap program dapat membantu untuk masyarakat yang kesulitan mendapatkan imam dengan kompetensi yang baik sebagai seorang imam, tidak hanya lancar dalam bacaan tapi juga tepat dalam makhraj dan tajwid serta bagus dalam nada bacaan. Insya Allah, imam-imam kami sudah memiliki bekal dan siap menjadi imam Ramadan di beberapa wilayah cakupan program ini,” ujar Dwi.
Dakwah Al-Qur’an SII melalui Roadshow Imam Muda ini kata Dwi, juga memiliki misi untuk hadir dari lokasi yang paling terang ke tempat amat redup. Seperti di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yakni di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Yogyakarta, Majelis Zikir Tetirah Sleman, Muslim Tuli Yogyakarya (MULIA), Yayasan Kesejahteraan Tunanetra Islam (Yaketunis), Kampung Qur’an Merapi, Kampung Qur’an Purworejo.
“Sementara itu di Surabaya berada di Yayasan Berkas Bersinar Abadi, Muslim Tuli Surabaya, Kampung Muslim Minoritas di Bromo dan Malang Selatan. Dan di Bogor, ada imam muda kami yang merupakan hafizh tunanetra. Ia juga akan hadir ke masjid-masjid jadi imam salat tarawih,” jelasnya.


Discussion about this post