Menurut Hafsa, proses pemulihan anak korban kekerasan membutuhkan waktu, kesabaran, dan pendekatan yang tepat. Karena itu, DP3A tidak hanya fokus pada proses hukum, tetapi lebih pada pemulihan kondisi mental korban.
Tim pendamping DP3A telah menyiapkan berbagai layanan, mulai dari konseling psikologis, terapi bermain (play therapy), hingga pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) yang bertujuan membantu anak mengelola emosi dan mengurangi dampak trauma.
Selain itu, DP3A juga memberikan pendampingan hukum sejak proses pelaporan, pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) kepolisian, hingga proses persidangan apabila diperlukan.
Pemeriksaan kesehatan dan visum turut difasilitasi guna memastikan kondisi fisik korban sekaligus mendukung proses pembuktian hukum.
Tidak hanya kepada anak, pendampingan juga diberikan kepada keluarga. Orang tua dan wali diberikan edukasi mengenai cara merespons perubahan perilaku anak serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman selama masa pemulihan.
“Kami akan terus mendampingi korban sampai benar-benar pulih. Anak ini harus tetap memiliki masa depan yang cerah. Jangan sampai peristiwa yang terjadi menghilangkan haknya untuk tumbuh bahagia, bersekolah, dan meraih cita-cita,” tegas Hafsa.
Di tengah proses hukum yang berjalan, harapan terbesar keluarga kini sederhana: melihat Bunga kembali tumbuh sebagai anak yang ceria tanpa dihantui ketakutan.
Sebentar lagi, seragam merah putih akan dikenakannya untuk pertama kali. Ia akan memasuki dunia baru sebagai siswi sekolah dasar, dunia yang seharusnya dipenuhi tawa, teman bermain, dan mimpi-mimpi masa depan.
Karena pada akhirnya, setiap anak berhak merasa aman. Setiap anak berhak tumbuh dalam kasih sayang. Dan setiap anak berhak mendapatkan kembali senyum yang mungkin sempat dicuri oleh peristiwa yang tidak pernah mereka pilih.
Hari ini, perjuangan itu sedang berlangsung. Perjuangan seorang ibu, seorang nenek, para pendamping, dan seluruh pihak yang berusaha memastikan bahwa luka yang tak terlihat itu perlahan dapat sembuh, agar Bunga bisa kembali menatap masa depannya dengan penuh harapan.
Penulis: Pyan
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post