“Musrenbang Kolono Timur ini menjadi perhatian serius kami di DPRD. Aspirasi masyarakat yang telah dihimpun hari ini akan kami perjuangkan pada Musrenbang tingkat Kabupaten Konawe Selatan agar dapat masuk dalam program prioritas RKPD 2027,” tegasnya.
Hamrin secara khusus memberikan atensi terhadap pengembangan sektor pariwisata bahari dan kelautan Kolono Timur. Namun, menurutnya, pengembangan tersebut harus dibarengi dengan perlindungan ekosistem laut.
“Kalau kita ingin mengembangkan pariwisata bahari dan sektor perikanan, maka ekosistem laut harus dijaga. Tidak boleh ada lagi praktik bom ikan. Ini merusak terumbu karang dan mengancam mata pencaharian nelayan kita sendiri. Pengawasan harus diperketat, dan kesadaran bersama harus dibangun,” ujarnya.
Untuk itu, Hamrin mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Musrenbang sebagai titik awal kolaborasi nyata dalam membangun wilayah pesisir yang berdaya saing.
“Membangun daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Perlu komitmen bersama antara pemerintah, DPRD, aparat, dan masyarakat. Mari kita jaga laut kita, perkuat sektor perikanan, dan kembangkan potensi pariwisata agar Kolono Timur menjadi wilayah yang maju dan sejahtera,” pungkasnya.
Musrenbang Kecamatan Kolono Timur tahun ini tidak sekadar menjadi forum seremonial tahunan, tetapi menjadi panggung aspirasi rakyat pesisir yang menuntut pembangunan merata, perlindungan lingkungan, serta tata kelola pemerintahan yang akuntabel demi masa depan Konawe Selatan yang berkelanjutan.
Penulis: Pyan
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post