Penyumbang utama inflasi di Sultra adalah komoditas emas perhiasan akibat tekanan harga global yang dipicu ketidakpastian ekonomi dan geopolitik dunia. Selain itu, kenaikan harga beberapa jenis ikan akibat cuaca buruk yang membatasi aktivitas nelayan turut memberi andil.
Edwin mengatakan, untuk menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan dan Idulfitri, BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menginisiasi Gerakan Pangan Murah (GPM) serta Fasilitasi Distribusi Pangan di delapan daerah.
Pengoptimalan Kios Pangan di Kota Kendari juga terus didorong sebagai langkah pengendalian.
Melalui program SERAMBI 2026, Bank Indonesia juga menyiapkan uang layak edar sebesar Rp1,2 triliun. Menariknya, batas penukaran uang per orang meningkat 23,2 persen menjadi Rp5,3 juta.
Di sisi lain, adopsi transaksi nontunai di Sultra berkembang pesat. Hingga triwulan IV-2025, pengguna QRIS mencapai 303.254 orang atau tumbuh 12 persen (yoy). Sementara itu, jumlah merchant tercatat sebanyak 239.463 unit (tumbuh 37,65 persen yoy) dengan volume transaksi yang melonjak tajam sebesar 184,61 persen (yoy) atau mencapai 4.364.680 transaksi.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post