PENASULTRAID, SINJAI – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan harga komoditas di Sinjai, pada pekan pertama Februari 2026. Berdasarkan data Indeks Perkembangan Harga (IPH) yang dirilis, kabupaten ini mengalami penurunan -1,01 persen.
Kepala BPS Sinjai Syamsuddin menyatakan capaian ini menempatkan daerah tersebut, dalam kategori wilayah dengan status harga turun, secara mingguan.
Syamsuddin menjelaskan data ini merupakan hasil pemantauan BPS, yang berbasis pada sistem Pantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok dari Kementerian Perdagangan.
“Perubahan IPH di Sinjai berada pada angka -1,01. Hal ini menunjukkan adanya deflasi pada komoditas utama, yang menjadi penyumbang pergerakan harga di pasar,” ujar Syamsuddin di Sinjai, Senin 9 Februari 2026.
Berdasarkan rincian data, terdapat tiga komoditas utama yang menjadi penyumbang penurunan IPH di Kabupaten Sinjai, yaitu beras dengan andil perubahan -0,667. Cabai merah dengan sumbangan -0,3237. Ikan kembung/Ikan gembung dengan kontribusi -0,1403.
Meskipun IPH secara keseluruhan menurun, data BPS juga menunjukkan adanya fluktuasi harga pada komoditas tertentu. Cabai rawit tercatat sebagai komoditas dengan fluktuasi harga tertinggi pada pekan berjalan dengan koefisien variasi (CV) 0,203279.


Discussion about this post