“Ini adalah pintu gerbang awal. Kita ingin sektor perikanan seperti tuna dan lobster juga bisa dikemas dalam kontainer dan dikirim langsung dari sini. Kita harus tingkatkan dan intensifkan lagi,” ujar Hamsinah penuh optimis.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Hugua mengatakan, pada tahap awal PT Triko Bina Nusantara mengekspor empat kontainer ubur-ubur dengan nilai mencapai Rp1,6 miliar.
Ekspor ini direncanakan berlangsung secara berkelanjutan dan akan terus ditingkatkan seiring tingginya permintaan pasar internasional, khususnya dari Tiongkok.
“Ekspor perdana dari Kota Baubau ini terintegrasi dengan kegiatan ekspor yang berlangsung secara bersamaan di Kota Kendari. Melalui Pelabuhan Bungkutoko Kendari, sebanyak 47 kontainer komoditas diekspor dengan nilai kurang lebih Rp500 miliar. Ini menunjukkan konsistensi dan kesinambungan strategi ekspor Sulawesi Tenggara dari hulu hingga hilir,” tegasnya.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post