PENASULTRAID, SINJAI – Sinjai menjadi salah satu kabupaten dengan penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) yang dalam di Sulawesi Selatan (Sulsel) pada pekan kedua Januari 2026.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) RI, yang mengolah data dari Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, IPH Kabupaten Sinjai menurun -2,14 persen.
Kepala BPS Sinjai Syamsuddin menyampaikan hal tersebut di Sinjai pada Senin 12 Januari 2026. Syamsuddin menjelaskan komoditas utama yang memberi andil penurunan IPH di wilayah tersebut meliputi daging ayam ras (-1,8473), cabai merah (-0,5771) dan cabai rawit (-0,26).
“Data ini menunjukkan adanya tren penurunan harga pada beberapa komoditas pangan penting di pasar lokal,” ujar Syamsuddin.
Secara teknis, nilai fluktuasi (CV) untuk Sinjai berada pada angka 0,1419. Sementara CV tertinggi di minggu berjalan ini, justru tercatat pada komoditas cabai merah.
Kondisi IPH secara nasional telah dibahas secara mendalam dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pengendalian Inflasi Daerah se-Indonesia yang diselenggarakan dalam jaringan pada hari yang sama.


Discussion about this post