“Tantangan terbesarnya adalah mengubah ketakutan menjadi pemahaman. Sebagian konsumen awalnya khawatir mobil akan mengerem mendadak secara sembarangan atau setir terasa ‘melawan’ saat fitur intervensi aktif bekerja,” tutur Suliadin.
Menyiasati hal itu, Kalla Toyota gencar mengoptimalkan edukasi melalui konten digital yang menarik di media sosial, serta merangkul jaringan komunikasi komunitas pemilik mobil Toyota di Sultra.
Kampanye edukasi ini semakin diintensifkan menjelang momen perjalanan jarak jauh, seperti musim mudik atau libur panjang.
Pengguna diedukasi secara visual mengenai cara memaksimalkan fitur keselamatan, misalnya memanfaatkan Adaptive Cruise Control untuk menjaga jarak aman sekaligus mengurangi tingkat kelelahan pengemudi di jalur lurus yang panjang.
Melihat tren positif ini, Suliadin optimistis bahwa arah kebijakan Toyota ke depan akan bermuara pada standarisasi keselamatan menyeluruh.
Seiring dengan efisiensi produksi dan lokalisasi komponen, teknologi keselamatan aktif diproyeksikan bakal menjadi fitur standar wajib di seluruh lini kendaraan Toyota di masa depan.
Melalui komitmen panjang ini, Kalla Toyota berharap dapat berkontribusi nyata dalam menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas di jalan raya Sultra secara drastis. “Harapan terbesar kami adalah terciptanya budaya berkendara yang jauh lebih aman dan cerdas di Sulawesi Tenggara.
Kalla Toyota berkomitmen untuk tidak sekadar menjadi penjual mobil, tetapi menjadi mitra masyarakat Sultra dalam menghadirkan mobilitas yang aman, nyaman, dan menyelamatkan lebih banyak nyawa di setiap perjalanan,” Suliadin memungkas.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post