Menurutnya, penggunaan kata lulo diambil dari tarian tradisional khas Sultra yang melambangkan kebersamaan, kesetaraan, dan keharmonisan sosial yang masih terjaga hingga kini. Secara filosofis, tema ini berbicara tentang bagaimana identitas dan budaya bertahan di tengah perubahan zaman.
Panitia menjanjikan konsep kegiatan yang berbeda dan berkesan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Fatmadillah pun berharap adanya dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari.
“Saat ini proposal dan undangan sedang dirampungkan untuk segera disebar ke seluruh lembaga seni kampus se-Indonesia. Kami berharap kegiatan ini menjadi pemantik untuk terus menyalakan api kesenian di Sultra,” Fatmadillah memungkas.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post