PENASULTRA.ID, KENDARI – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun 2025 berada di angka 58,64, sementara Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) 2026 masih tergolong rendah, yakni 29,24.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa minat baca dan akses literasi di Sulawesi Tenggara (Sultra) masih perlu diperkuat, terutama di tengah tuntutan peningkatan kualitas sumber daya manusia di era digital.
Melihat rendahnya tingkat literasi masyarakat, Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan Sultra menghadirkan berbagai program edukasi guna mendorong peningkatan literasi masyarakat secara berkelanjutan.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menyediakan fasilitas perpustakaan terbuka bagi publik. Layanan itu dapat diakses setiap hari kerja dan dilengkapi dengan berbagai koleksi buku, baik dalam bentuk cetak maupun digital.
Kepala KPw BI Sultra, Edwin Permadi mengatakan, hingga semester I 2026, jumlah koleksi yang tersedia telah mencapai lebih dari 7.000 judul.
“Kami ingin memastikan masyarakat memiliki akses yang luas terhadap sumber pengetahuan. Literasi adalah fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Koleksi tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari ekonomi, keuangan, hingga literasi umum yang dirancang untuk menjangkau berbagai kalangan masyarakat.


Discussion about this post