Pasar saham domestik mengalami fase konsolidasi pada Mei 2026 seiring penyesuaian portofolio investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 6.127,38, terkoreksi 11,92 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) atau 29,14 persen secara tahun berjalan (year-to-date/ytd).
Walau tertekan, likuiditas pasar modal tetap terjaga. Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) saham melonjak menjadi Rp22,86 triliun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar Rp18,51 triliun.
Sementara itu, investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) di pasar saham sebesar Rp4,10 triliun. Di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup pada level 437,26 atau menguat 0,32 persen mtm.
Hingga Mei 2026, nilai penggalangan dana (fundraising) oleh korporasi di pasar modal mencapai Rp68,18 triliun yang bersumber dari 1 IPO, 1 PUT, 6 EBUS, dan 51 Penawaran Umum Berkelanjutan EBUS.
OJK juga mencatat terdapat 75 rencana penawaran umum dalam pipeline dengan nilai indikatif Rp64,26 triliun. Menariknya, jumlah investor pasar modal terus naik menjadi 27,75 juta investor atau tumbuh 36,27 persen ytd.
Penulis: Yeni Marinda


Discussion about this post