Menurutnya, kiasan itu muncul dari kekesalannya saat rapat dengan tim manajemen RSUD dr LM Baharuddin yang tak kunjung memberikan dokumen pertanggungjawaban (LPJ) keuangan. Padahal, dokumen tersebut sudah dimintai secara resmi oleh tim Pansus DPRD Muna.
Tim manajemen RSUD dr LM Baharuddin mengklaim tidak punya arsip atau salinan, dikarenakan dokumen itu sudah diserahkan ke aparat penegak hukum (APH).
“Bisanya BLUD sebesar RSUD yang kelola dana puluhan miliar hanya satu rangkap. Gimana kalau diminta BPK, Inspektorat, BPKP, KAP, atau APH?,” sorotnya seraya menekankan agar pihak RSUD belajar tertib administrasi supaya tidak malu saat dihadapkan APH.
Rasmin kembali menegaskan bahwa story-story WA pribadinya tersebut tidak ditujukan kepada HMI Cabang Raha.
Malah ia juga sempat mengunggah foto tim Pansus DPRD Muna bersama HMI Raha untuk membuktikan kinerja pansus yang terus berjalan yang sekaligus menjawab tudingan bahwa pansus, hanya ‘gertakan sambal, habiskan uang rakyat, masuk angin atau lambat’.
“Kami tetap terima aspirasi dan pendalaman dari semua pihak. Insya Allah dalam waktu dekat DPRD Muna bakal gelar rapat paripurna untuk melaporkan hasil kerja pansus, rilis rekomendasi dan kami akan undang adik-adik dari HMI Cabang Raha untuk mendengarkan dan mengawal bersama-sama proses kerja pansus sampai pada tujuannya,” tegas Rasmin.
“Melalui kesempatan ini pula saya sebagai hamba Allah dan kader Partai Demokrat mohon maaf sebesar-besarnya jika ada khilaf dan keliru kepada adik-adik HMI Cabang Raha,” pungkasnya.
Penulis: Sudirman Behima
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post