PENASULTRA.ID, MUNA – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muna, Rasmin menegaskan, story WhatsApp (WA) pribadinya tidak pernah dimaksudkan untuk menyinggung, menyindir, atau merendahkan siapa pun, khususnya HMI Cabang Raha.
Pernyataan Rasmin yang juga ketua Pansus DPRD Muna ini disampaikan untuk menjawab sekaligus meluruskan narasi yang dibangun pemberitaan media yang beredar baru-baru ini tanpa adanya konfirmasi langsung darinya.
Menurut Rasmin, story WA yang bersifat privasi tersebut lahir dari kekesalan internal pribadi akibat insiden yang dialaminya.
“Secara pribadi, saya tidak pernah punya niat, maksud, serta tujuan untuk menyinggung siapa pun,” ujar Rasmin dalam keterangan resminya, Rabu 6 Mei 2026.
Rasmin lantas mengungkapkan kronologi kekesalannya yang timbul setelah audiens dan dialog dengan HMI Cabang Raha di kantor DPRD Muna beberapa waktu lalu.
Usai dialog, agenda kemudian dilanjutkan dengan rapat bersama Inspektorat Muna hingga menjelang salat Maghrib. Sehabis salat Isya rapat ditutup dan Rasmin pun pulang ke kediamannya.
Dalam perjalanan, tepatnya disekitar jalan poros Laiworu-Mutsumi, Rasmin mengaku dibuntuti enam orang tak dikenal (OTK) berkendara tiga unit motor berboncengan dan sempat mengintimidasi dengan menyebut “ketua pansus”.
Dengan sigap, Rasmin pun mampir di sebuah warung makan yang berada tak jauh dari lokasi dan hendak menghubungi polisi. Namun enam OTK yang sebelumnya mengikutinya tiba-tiba saja langsung ngacir.
“Status itu bentuk kekesalan pribadi karena ancaman kriminalisasi, kemungkinan terkait beban tanggung jawab saya sebagai ketua Pansus,” tuturnya.
Rasmin juga menyebut bahwa story WA keduanya yang berbunyi “Kalau blum pintar naik motor belajar dulu berkendara di jalan lurus jangan sampai terjatuh dihadapan umum yang akhirnya bikin malu diri sendiri” itu merupakan sebuah kiasan.


Discussion about this post