Menurut dia, perekrutan istrinya dilandasi kedekatan dengan mitra pelaksana.
“Istriku awalnya kerja di SPPG Watonea tapi dipecat tanpa alasan, makanya saya ajak ke sini dengan rekomendasi saya,” ungkap A.
Lebih lanjut, beredar informasi bahwa karyawan asal Kecamatan Lohia itu berencana akan memasukkan anaknya untuk menggantikan pegawai yang diberhentikan, dengan mengandalkan relasi pihak mitra.
Praktik semacam ini dikhawatirkan memperkokoh jaringan favoritisme dan menutup akses kerja bagi warga yang seharusnya berhak.
Hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi langsung kepada pihak SPPG Raha II dan mitra pelaksana program masih dilakukan.
Penulis: Sudirman Behima
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post