Amri menyebut total anggaran yang dibutuhkan untuk proses revitalisasi pasar tradisional menjadi pasar modern sekitar Rp200 miliar. Dengan suntikan dana Rp67 miliar dari PT Vale, ia pun optimistis proses pembangunan dapat dilakukan tanpa membebani keuangan daerah.
“Selain dari Vale, saya akan berupaya sekuat tenaga mencari sumber anggaran lain di luar APBD. Makanya kita selalu mempermudah investasi masuk di Kolaka ini. Ke depan, mungkin IPIP, Antam, dan Ceria bisa ikut berpatisipasi dalam pembangunan pasar ini,” ucapnya.
Revitalisasi Pasar Raya Mekongga Kolaka memang perlu dilakukan mengingat usia pasar tersebut sudah cukup tua. Terlebih pasar tradisional tersebut merupakan salah satu pusat perekonomian masyarakat di Bumi Mekongga.
Sementara itu, CEO PT Vale Indonesia Bernardus Irmanto mengatakan dukungan anggaran untuk revitalisasi pasar merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam penerapan Environmental, Social and Governance (ESG).
Menurutnya, dukungan ini adalah wujud ketulusan dan keseriusan perusahaan dalam memberikan dampak positif terhadap masyarakat dan pemerintah daerah.
“Mimpi saya secara pribadi tidak terlalu berlebihan, ketika saya datang di Kolaka ini selalu disambut dengan senyum masyarakat sebagai sahabat dan saudara. Begitu juga kalau pulang diantar dengan doa, itu sudah cukup,” kata Bernardus memungkas.
Penulis: Kaulia Ode
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:


Discussion about this post