PENASULTRAID, BAUBAU – Polres Baubau dinilai lambat mengungkap kasus pencurian perhiasan bernilai miliaran rupiah yang terjadi di Jalan Mawar, Kelurahan Kadolomoko, Kecamatan Kokalukuna pada 30 Desember 2025 lalu.
Dua bulan berlalu, tersangka belum juga ditetapkan. Padahal sejumlah saksi sudah diperiksa dan beberapa barang bukti telah disita dari tempat persembunyian pelaku AAM, oknum yang diduga merupakan pecatan polisi.
Kasus pencurian ini terjadinya di kediaman salah satu tokoh Kota Baubau, Djaliman Mady (70) pada subuh hari. Usai mengetahui peristiwa tersebut, paginya, korban melalui sang putra AFM langsung melaporkannya ke Polres Baubau.
Kepada media ini, AFM menuturkan bahwa atas kejadian tersebut sang ayah mengalami kerugian sekitar Rp1,7 miliar.
Pasalnya, sang ayah kehilangan perhiasan emas 1 set dengan taksiran seberat ± 360 gram yakni berupa gelang, anting, cincin, kalung, liontin juga 1 buah berlian dan 1 set perhiasan mutiara.
Tak hanya itu, 2 bilyet deposito BNI an. Djaliman Mady dengan nilai Rp.500 juta serta 1 buah HP merk Realme dan uang tunai sebesar Rp.11 juta ikut digasak sang pencuri.
Kediaman korban yang juga dijadikan sebagai hotel tersebut memang memiliki tingkat keamanan yang cukup terjaga. Sebab, didukung dengan karyawan, penjaga hotel dan terpantau CCTV 24 jam. Namun, saat peristiwa terjadi CCTV diduga telah disabotase terlebih dahulu oleh pelaku.
Subuh itu, kata AFM, sang ayah dan ibunya seperti biasa pergi ke masjid terdekat guna menunaikan salat. Sepulang dari masjid, korban melihat HP-nya yang ditaruh di atas meja sudah tidak berada di tempatnya. Karyawan hotel yang ditanya saat itu mengaku tidak melihatnya.
Tak sampai di situ, korban saat memasuki kamarnya terkejut lantaran melihat kotak perhiasan sudah tidak berada di tempat.
“Saat itu saya melihat CCTV ternyata mati. Kabelnya tercabut,” ungkap AFM, Selasa, 24 Februari 2026.
Atas kondisi tersebut, tanpa menunggu lama, AFM lantas langsung melaporkannya ke polisi. Dari situ, polisi memangil dua karyawan hotel masing-masing berinisial SD dan II untuk dilakukan interogasi.
Dari interogasi keduanya, polisi menemukan titik terang terkait terduga pelaku yakni, AAM dan AD. AAM adalah mantan polisi yang dipecat karena tersandung kasus pencurian, sedangkan AD merupakan sepupu dari AAM.


Discussion about this post